🎖️ Backpacker Ke Kawah Ijen Dari Jogja
Tiketmasuk kawah ije cukup murah hanya membayar Rp 7000 anda sudah bisa melakukan pendakian ke gunung kawah ijen dan turun ke danau dengan syarat asap belerang tidak banyak. Perjalanan ini sangat menyenangkan walaupun badan terasa patah-patah karena mendaki 3 km selama 2 jam, turun ke area parkiran cukup 30 menit.
KeKawah Ijen - Baluran. anisillahi12, pada 16 Juni 2022, 13.16 di Lebih baik backpacker sih klo menurut sy Asal dari awal udh ter planned mau kemana2 saja.. Untuk transport khususnya ke ijen ga susah kok. 2 Nyari teman trip jogja 1 CAMPING di B29 - IJEN - RED ISLAND
Locatedin Banyuwangi, 11 miles from Watu Dodol, Backpacker Kawah Ijen has accommodations with a restaurant, free private parking, a garden and a terrace. The property provides room service and free WiFi. Baluran National Park is 29 miles from the hostel. The nearest airport is Banyuwangi Airport, 12 miles from Backpacker Kawah Ijen.
MiftahulHuda Catatan Perjalanan August 30, 2018. Yang belum baca Part 1 bisa klik disini Backpaker ke BANYUWANGI (Baluran, Kawah Ijen - Blue Fire, dan Pulau Merah) Part 2. 1 Agustus 2018 tepat jam 00.00 langsung buka maps menuju ke Gunung Ijen, setelah kurang lebih 1 jam dari alun2 sampailah kita semua di tempat parkir jalur pendakian gunung ijen
keBALURAN dan KAWAH IJEN,, insya Allah kami jadwalkan pada,, hari,, Jum'at-Ahad tanggal,, 15-17 juli 2016 jam,, 13.00-selesai Target Obyek Wisata,, 1. Taman Baluran 2. Blue Fire Kawah Ijen 3. Beberapa Pantai di Banyuwangi Harga,, 475ribu / orang Include,, 1. Transportasi,, 2. Tiket Masuk,, 3. Makan,, 4. dan pengeluaran lainnya :)
1 Transportasi Bus Pariwisata AC Seat 2-2 Deluxe (Standart Pariwisata) Selama 5 Hari Tour (Jakarta - Jogja - Banyuwangi - Jakarta) 2. Transportasi AC Selama Tour Baluran - Kawah Ijen PP 3. Homestay Sharing Room Di Banyuwangi (1 Bed 2-6 Orang Tergantung Kapasitas Bed) 4. Service Makan 3 Kali 5. Tiket Masuk TWA Kawah Ijen 6. Wisata Sunrise Kawah Ijen 7.
Tipsbackpacker ke Jogja selanjutnya adalah carilah penginapan murah yang berada di sekitar Malioboro. Di salah satu situs booking hotel ternama di Indonesia, Anda bisa memperoleh penginapan nyaman di sekitar Malioboro mulai harga Rp 200.000. 3.
Mencaripenginapan kelas backpacker di Jogja sangatlah mudah. Kalian bisa menjelajah daerah Jl. Sosrowijayan yang terkenal dengan penginapan murah, dari hotel kelas melati, losmen, bintang satu hingga lima. Untuk harganya pun beragam, banyak yang tarif per malamnya dibawah Rp 100.000, tergantung fasilitas dan negosiasi.
Y76q.
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Berikut ini kami bagikan pengalaman berwisata hemat ke Kawah Ijen di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Berangkat dari Yogyakarta dengan rombongan berjumlah 11 orang yang terdiri dari 4 cowok dan 7 IRuteModa transportasiOngkos WaktuYogyakarta St. Lempuyangan - Banyuwangi St. KarangasemKA. Sri TanjungRp. – 2100Perjalanan kami hari itu berakhir di St. Karangasem, sementara KA. Sri Tanjung meneruskan perjalanan ke stasiun terakhir, St. Banyuwangi Baru. Sesuai rencana, kami akan berangkat ke Pal Tuding esok hari dengan menggunakan truk pengangkut belerang PT Candi Ngrimbi dari Desa Tamansari, Kec. Licin yang berjarak setengah jam dari St. Karangasem menggunakan angkot. Malam itu kami bermalam di sekitaran stasiun untuk menghemat biaya. Bila anda tidak terbiasa tidur di emperan, ada penginapan ala kadarnya di depan stasiun dengan tarif Rp. Jangan dibayangkan ada kasur dan kipas angin serta kamar mandi dalam. Penginapan yang dimaksud hanya ruangan kosong yang dialasi karpet dengan kamar mandi umum. Penginapan tersebut agak susah dikenali dari luar. Bila anda keluar dari stasiun, maka pandangan akan lurus tertuju pada toko swalayan kecil, pemilik toko itulah yang menyediakan jasa penginapan yang perkara makan, anda bisa membeli makan di warung Bu Saleh, beliau buka mulai pukul 0400 hingga tutup pukul 2300. Harga yang ditawarkan sangat murah tanpa menurunkan kualitas rasa dan kebersihan makanannya. Lokasinya bersebelahan dengan toko swalayan kecil yang telah dijelaskan di atas. Beliau juga sempat menawarkan kepada kami untuk menginap di toko kontrakan beliau yang masih kosong dengan ongkos Rp. IIRuteModa transportasiOngkos WaktuSt. Karangasem – PT Candi NgrimbiAngkot kuningRp. – 0600PT Candi Ngrimbi – Pal TudingTruk belerangRp. – 0900Hari sebelumnya kami telah membuat kesepakatan dengan sopir angkutan yang banyak mangkal di St. Karangasem untuk mengantar ke kantor PT. Candi Ngrimbi. Harga yang disepakati adalah Rp. karena tidak tahu seberapa jauh jarak yang akan ditempuh, harga tersebut tidak banyak kami permasalahkan. Belakangan kami mendapat rekomendasi dari warga sekitar mengenai ongkos yang ideal adalah kisaran Rp. – Rp. Kami rekomendasikan untuk tidak membayar lebih dari Rp. tentunya dengan melihat jumlah rombongan anda. Banyak tulisan di travel blog menyarankan para backpacker menggunakan angkutan reguler dari Terminal Sasakperot yang berjarak 300m dari St. Karangasem. Hal itu sudah tidak dapat dilakukan karena trayek tersebut telah ditutup akibat sepinya penumpang. Sopir angkot menawarkan kami untuk diantar pada malam hari ke kantor PT Candi Ngrimbi dan bermalam di sana, namun kami tetap pada rencana semula tidur di sekitaran stasiun untuk kemudahan mengakses warung berlanjut menggunakan truk belerang yang berangkat kurang lebih pukul 0700. Dalam satu hari ada dua truk yang berangkat menuju Pal Tuding, keberangkat pagi dan keberangkatan siang sekitar jam 1200. Hari jum’at aktifitas penambangan libur sehingga tidak ada truk yang naik turun Tamansari – Pal Tuding. Sedangkan jadwal truk turun dari Pal Tuding ke kantor PT Candi Ngrimbi adalah pukul 1100 dan pukul 1600. Truk keberangkatan pagi yang kami tumpangi penuh dengan penambang belerang. Tidak ada tarif resmi yang ditetapkan oleh sopir truk, namun banyak referensi yang menyarankan untuk memberikan uang Rp. Ongkos yang harus kami bayarkan pada saat itu adalah Rp. karena dikoordinir oleh salah seorang penambang. Kami rekomendasikan kepada anda untuk langsung membayar ke sopir truk sebelum berangkat agar mendapatkan harga yang lebih pukul 1000 rombongan kami telah tiba di pos muat belerang di Pal Tuding. Pos ini berjarak 100 meter dari pos perijinan pendakian Kawah Ijen. Ada beberapa warung yang menyediakan makanan murah di wilayah ini, jauh lebih murah dari harga makanan di warung-warung sekitar pos perijinan. Warung di sekitar pos muat belerang lebih unggul dari segi porsi, namun sayangnya hanya buka di siang hari. Untuk warung yang buka hingga malam hari, bahkan 24 jam, ada warung Bu Im di dekat pos lapor Pal Tuding. Warung tersebut sudah sangat terkenal di dunia maya karena biasa dijadikan tempat trasnsit pengunjung yang tidak mendirikani tenda namun berencana mendaki dini tiket masuk kawasan Taman Wisata Kawah Ijen hanya Rp. ditambah biaya pengambilan gambar Rp. Kami mendirikan tenda di camping ground yang luas. Air bersih telah tersedia di kamar mandi umum dengan kualitas cukup baik hasil usaha pemerintah daerah melakukan pipanisasi dari mataair terdekat. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya ketika pengunjung harus mandi di sungai yang berjarak setengah kilometer dari Pal IIIRuteModa transportasiOngkos WaktuPal Tuding – Danau KawahJalan – 0500Danau Kawah – Pal TudingJalan – 0830Pal Tuding – PT Candi NgrimbiTruk belerangRp. – 1230PT Candi Ngrimbi – St. KarangasemAngkot kuningRp. – 130 dini hari kami bersiap melakukan pendakian yang diperkirakan menghabiskan waktu 3 jam. Bekal yang dibawa hanya makanan ringan, air bersih agak banyak, soalnya untuk wudhu, sleeping bag untuk keadaan darurat, dan kompor. Sisa perlengkapan kami tinggalkan di dalam tenda. Cukup aman meninggalkan tenda di camping ground, begitulah penuturan petugas jam berjalan dengan medan menanjak, kami tiba di Pondok Bunder, sebuah pondok penimbangan belerang yang cukup ramai. Dari Pondok Bunder, perjalanan ke bibir kawah hanya menghabiskan waktu sekitar 30 menit dengan kondisi medan cenderung datar. Untuk mencapai danau kawah, perjalanan masih harus menuruni dinding kawah yang menghabiskan waktu 30 – 45 menit. Sebelum matahari terbit kami telah tiba di dasar kawah dan menyaksikan fenomena api biru akan terlihat ketika hari gelap, sehingga banyak orang mendaki dini hari dengan harapan sebelum matahari terbit telah sampai di dasar kawah. Anda juga bisa mendaki sore hari dan menyaksikan api biru setelah matahari terbenam. Cara kedua lebih menguntungkan karena anda akan mendapatkan pemandangan matahari terbenam. Sedangkan cara pertama tidak memberikan pemandangan matahari terbit karena pandangan ke arah timur terhalang Gunung Merapi. Waktu kunjungan terbaik adalah bulan Juni – September atau saat musim kemarau. Dinding kawah sangat rentan longsor di musim hujan. Saat menuruni tebing kawah, terdengar suara gemuruh yang kami kira gunung berapi Ijen erupsi, ternyata ada tebing yang arah angin yang akan membawa asap belerang pekat kepada anda. Sangat berbahaya apabila kita menghirupnya dalam jumlah besar. Masker wajib dibawa dan kadang harus dibasahi untuk bisa mengurangi kuatnya aroma belerang. Menurut informasi dari penambang, berada di tepi danau kawah ada semacam gubuk penambang lebih aman dari sergapan gas belerang. Perhatikan warna bebatuan di sekitar anda, apabila terlapisi belerang berwarna kuning maka daerah tersebut sering dilewati gas berada di jalur pendakian, selalu berikan kesempatan penambang untuk menyalip atau lewat sehingga tidak mengganggu ritme kerja mereka, terlebih ketika mereka sedang memikul belerang yang beratnya sekitar 70 kg. Apabila hendak mengambil foto aktifitas penambang, ambillah dari jarak yang agak jauh. Beberapa penambang akan menawarkan souvenir berupa belerang yang dicetak dalam bentuk karakter tertentu, belilah sekedar untuk menambah penghasilan mereka. Ingat, satu kilogram belerang yang berhasil mereka bawa turun hanya dihargai Rp. turun ke Pal Tuding hanya menghabiskan waktu kurang dari 2 jam, mungkin karena kami sudah sangat merindukan toilet. Di atas tidak ada kamar mandi tertutup atau semacamnya. Selesai membongkar tenda dan berkemas, kami bergeser ke pondok muat belerang karena truk yang sedang memuat belerang akan segera turun pukul 1100. Truk kedua akan datang sekitar pukul 1400 dan turun pukul 16 perjalanan turun, kami dapat menghemat ongkos menumpang hingga akhirnya hanya membayar Rp. untuk 11 orang. Harga yang kami dapat dari sopir truk hanya Rp. Tiba di kantor PT Candi Ngrimbi, kami langsung mengontak sopir angkot kuning untuk segera menjemput dan mengantarkan kami ke St. Karangasem. Ingat, tidak ada angkutan regular yang melayani trayek Tamansari – Terminal Sasakperot. Tarif angkot berhasil kami turunkan menjadi Rp. terlalu sore kami sudah tiba di St. Karangasem dan langsung memburu warung makan, warung siapa lagi kalo bukan Warung Bu Saleh. KA Sri Tanjung baru akan berangkat besok pagi sehingga kami harus menunggu satu malam lagi. Setelah bebersih diri dan memuaskan nafsu perut, muncul ide untuk sekedar menumpang toilet di Bali. Jadilah kami membeli tiket KA Pandanwangi seharga Rp. yang berangkat pukul 1630 dengan tujuan St. Banyuwangi Baru. Kami akan naik KA Sri Tanjung esok hari dari St. Banyuwangi Baru setelah malamnya jalan-jalan sebentar ke Bali. Jangan bayangkan kami menyaksikan sunset di Pantai Kuta atau berbelanja di Pasar Sukowati. Bali yang kami maksud adalah Pelabuhan Gilimanuk yang berjarak 1 jam penyeberangan dengan harga tiket Rp. dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. Jarak St. Banyuwangi Baru dengan Pelabuhan Ketapang hanya beberapa ratus meter, jalan kaki pun tidak sampai mengeluakan keringat. Setelah merapat di Bali, kami hanya ke toilet sebentar sedikit foto-foto, dan kembali menyeberang ke Jawa, hanya itu…Hari IVRuteModa transportasiOngkos WaktuBanyuwangi St. Banyuwangi Baru - Yogyakarta St. Lempuyangan KA. Sri TanjungRp. – 2000Pukul 0400, penumpang kereta api kedatangan pertama di St. Banyuwangi Baru akan segera tiba dan pintu keluar stasiun tempat kami ngemper harus segera dikosongkan. Sekedar cuci muka di masjid terdekat sekaligus menunaikan sholat subuh, kami segera bersiap. Penumpang KA. Sri Tanjung akan dipersilahkan masuk ruang tunggu pukul 0600. Belum sempat sarapan, kami telah melaju di dalam kereta menuju Yogyakarta sambil menikmati pemandangan pagi itu. /Hkm Lihat Trip Selengkapnya
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. [caption id="attachment_375114" align="aligncenter" width="400" caption="Puncak Ijen yang Mengular"][/caption]Kawah Ijen di Banyuwangi sudah mendunia berkat kejuaraan sepeda bertaraf internasional. Sebagai warga kelahiran Jawa Timur ada perasaan menyesal tidak sejak dulu mengunjunginya. Dan ketika godaan untuk menikmati keindahan Ijen itu sulit dibendung, saya memutuskan untuk bersolo backpacker menuju Kawah berbagai mode transportasi menuju Kawah Ijen. Karena lokasinya yang berada di ujung timur pulau Jawa, wisatawan bisa memilih turun di Bandara Ngurah Rai, Bali atau Bandara Juanda, Surabaya kemudian melanjutkan perjalanan ke Banyuwangi. Ada pula pilihan berkereta api, meskipun rutenya cukup melelahkan, Jakarta-Surabaya dilanjutkan dengan Surabaya-Banyuwangi, atau Jakarta-Malang dan kemudian naik kereta api menghitung-hitung budget dan memperhatikan waktu penerbangan, akhirnya saya memilih perjalanan darat via kereta. Sekitar pukul berangkat dari Stasiun Pasar Senen dan pada pukul keesokan harinya saya sudah tiba Stasiun Karangasem, Banyuwangi. Cukup melelahkan tapi antusiasme saya mengalahkan rasa penat. Sudah terbayang di benak, perjalanan mendaki yang akan terbalas oleh panorama yang istirahat cukup di penginapan, sekitar pukul pagi saya sudah terbangun. Saya hanya membawa ransel berisi air minum, topi, sarung tangan, dan syal seraya mengenakan jaket dan sepatu. Saya sudah siap menuju Kawah menuju kaki gunung cukup jauh. Semakin mendekati gunung, hawa semakin dingin dan gigi mulai mengambil syal dalam tas dan mencari sarung tangan untuk membantu menghangatkan tubuh. [caption id="attachment_375115" align="aligncenter" width="225" caption="Awal Pendakian"] 14159236741617464354 [/caption]Lebih dari satu jam saya membonceng motor. Akhirnya tibalah saya di awal pendakian Ijen. Wah senangnya. Kata petugas di kantor administrasi, perjalanan mendaki memakan waktu sekitar 2-3 jam. Saya perlu pemanasan sebentar. [caption id="attachment_375116" align="aligncenter" width="333" caption="Panorama Menuju Puncak"] 1415923774395554579 [/caption]Dan mulailah perjalanan mendaki. Selama mendaki saya beberapa kali berpapasan dengan pengunjung yang turun dari puncak setelah bermalam untuk menyaksikan blue fire di kawah. Ada juga pengunjung yang mendaki berombongan. Tidak sedikit di antaranya yang sudah kakek mendaki dengan santai. Inilah enaknya solo traveling, bisa mengatur jadwal dan rute perjalanan sendiri. Jika ingin berfoto, saya bisa berhenti sesuka hati tanpa ada yang banyak pemandangan yang ingin dinikmati secara perlahan. Agak sedih juga mengingat kamera saya yang rusak sehingga hanya mengandalkan kamera di jalur pendakiannya tergolong pemula-menengah, ada beberapa bagian yang berpasir sehingga rentan terpeleset jika tidak berhati-hati. Ada juga bagian pendakian yang sudutnya tajam, lebih dari 30 derajat sehingga cukup menyedot energi. Namun setelah melalui jalur tersebut, jalur setelahnya lebih banyak mendatar. [caption id="attachment_375118" align="aligncenter" width="300" caption="Menuju Puncak"] 14159238861992532979 [/caption]Wah wah wah semakin ke puncak pemandangan semakin indah. Saya tak puas-puasnya memandanginya. Luar biasa. Indonesia memang banyak memiliki pemandangan yang wonderful. Setelah Kawah Ijen, saya jadi makin tertarik untuk menjelajah tempat menawan lainnya yang sering dipromosikan sebagai Wonderful Indonesia [caption id="attachment_375128" align="aligncenter" width="300" caption="Kawah Ijen "] 14159246741598062769 [/caption]Selain pendaki, saya juga sering berpapasan dengan penambang belerang. Mereka memanggul keranjang yang beratnya bisa mencapai 80-100 kilogram. Ada kalanya mereka menawarkan suvenir yang dibuat sendiri oleh mereka dari belerang berwarna kuning. [caption id="attachment_375121" align="aligncenter" width="300" caption="Belerang Kuning"] 141592406036295968 [/caption]Akhirnya saya tiba juga di Kawah Ijen dan menatap kawahnya yang hijau kebiruan. Hawa belerang semakin tajam dan ketika asyik menikmati pesonanya, turis asing di sebelah saya menjerit. Wah kasihan, kamera DSLR-nya jatuh persis menuju kawah. [caption id="attachment_375124" align="aligncenter" width="300" caption="Melihat Kawah "] 1415924127878324677 [/caption]Saya duduk-duduk di bebatuan sambil tak bosan-bosannya memandangi pemandangan sekitar. Setelah sinar matahari mulai hangat, saya pun beranjak dari tempat duduk. Mengingat perjalanan turunnya yang memakan waktu 2-3 jam membuat saya malah enggan meninggalkan kawah. Ingin tetap di puncak dan puas menikmati panorama indah dan suasana yang damai. [caption id="attachment_375125" align="aligncenter" width="400" caption="Beranjak Pulang"] 14159243901307491935 [/caption] Lihat Travel Story Selengkapnya
backpacker ke kawah ijen dari jogja